Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan disalurkan selama lima hari sekolah dalam sepekan, dengan pengecualian untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan angka stunting tinggi.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak sekaligus menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan daerah.

Disesuaikan dengan Kalender Sekolah

BGN menjelaskan bahwa penyaluran MBG mengikuti hari aktif sekolah, yakni Senin hingga Jumat. Program ini menyasar siswa sebagai penerima utama untuk mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar.

Dengan pola lima hari, distribusi makanan dinilai lebih efektif dan mudah dikelola.

Pengecualian untuk Daerah Prioritas

Untuk wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi, penyaluran MBG dapat dilakukan lebih fleksibel, termasuk kemungkinan pemberian di luar hari sekolah.

Langkah ini bertujuan memastikan anak-anak di wilayah rentan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup secara berkelanjutan.

Fokus pada Penanganan Stunting

BGN menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Pemberian makanan bergizi secara rutin diharapkan dapat memperbaiki status gizi anak serta mencegah gangguan pertumbuhan.

Tantangan Distribusi dan Infrastruktur

Pelaksanaan program ini juga mempertimbangkan tantangan distribusi di daerah terpencil, termasuk akses transportasi dan ketersediaan fasilitas pendukung.

BGN memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan agar program berjalan tepat sasaran.

Harapan Dampak Jangka Panjang

Melalui skema yang disesuaikan dengan kondisi daerah, pemerintah berharap program MBG dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak Indonesia.

Program ini tidak hanya mendukung pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

By admin