Padang – Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang melaksanakan salat tarawih pertama pada malam ini. Pelaksanaan ibadah tersebut dilakukan lebih awal dibandingkan penetapan awal Ramadan secara umum.
Sejak sore, jemaah mulai berdatangan ke masjid dan surau yang biasa menjadi pusat kegiatan tarekat. Persiapan dilakukan sederhana, dengan pengaturan saf dan penerangan yang memadai.
Penentuan Awal Ramadan
Jemaah Naqsabandiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan perhitungan dan metode yang telah lama mereka gunakan. Metode ini dijalankan secara konsisten dari tahun ke tahun oleh pengikut tarekat.
Pelaksanaan tarawih lebih awal ini bukan hal baru. Warga sekitar sudah terbiasa dengan perbedaan waktu awal puasa tersebut dan tetap menjaga suasana yang kondusif.
Ibadah Berjalan Khidmat
Salat tarawih berlangsung khidmat dan tertib. Jemaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tenang. Tidak ada keramaian berlebihan, dan kegiatan berjalan sesuai kebiasaan setempat.
Tokoh masyarakat setempat menyebut perbedaan waktu pelaksanaan ibadah tidak menjadi persoalan. Warga saling menghormati pilihan masing-masing dalam menjalankan keyakinan.
Jaga Kerukunan di Bulan Ramadan
Perbedaan penentuan awal Ramadan kembali menjadi pengingat pentingnya sikap saling menghormati. Aparat dan tokoh masyarakat mengimbau warga menjaga ketertiban dan kerukunan.
Di Padang, perbedaan tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika kehidupan beragama. Selama ibadah berjalan tertib dan damai, masyarakat diharapkan tetap hidup berdampingan dengan saling menghargai.
Pelaksanaan tarawih jemaah Naqsabandiyah malam ini menandai dimulainya Ramadan versi mereka, dengan harapan ibadah dapat dijalani dengan khusyuk dan penuh ketenangan.

